Berkunjung dan Ziarah Hari Raya
Berkunjung dan Ziarah Hari Raya

Saling Berkunjung

ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ : " ‏« ﺃﻥ ﺭﺟﻼ ﺯﺍﺭ ﺃﺧﺎ ﻟﻪ ﻓﻲ ﻗﺮﻳﺔ ﺃﺧﺮﻯ، ﻓﺄﺭﺻﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﻟﻪ ﻋﻠﻰ ﻣﺪﺭﺟﺘﻪ ﻣﻠﻜﺎ ﻗﺎﻝ ﺃﻳﻦ ﺗﺮﻳﺪ؟ ﻗﺎﻝ : ﺃﺭﻳﺪ ﺃﺧﺎ ﻟﻲ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻘﺮﻳﺔ . ﻗﺎﻝ : ﻫﻞ ﻟﻚ ﻋﻠﻴﻪ ﻣﻦ ﻧﻌﻤﺔ ﺗﺮﺑﻬﺎ؟ ﻗﺎﻝ : ﻻ ﻏﻴﺮ ﺃﻧﻲ ﺃﺣﺒﺒﺘﻪ ﻓﻲ ﺍﻟﻠﻪ، ﻗﺎﻝ : ﻓﺈﻧﻲ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻟﻴﻚ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﺪ ﺃﺣﺒﻚ ﻛﻤﺎ ﺃﺣﺒﺒﺘﻪ ﻓﻴﻪ ‏» ." ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ .

Imam Muslim dalam kitab Shahih beliau:

Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah desa yang lain. Di tengah perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya.

Ketika berjumpa, malaikat bertanya,

“Mau kemanakah Anda?”

Orang tersebut menjawab, “Saya mau mengunjungi saudara di desa ini.”

Malaikat bertanya, “Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan darinya?”

Ia menjawab, “Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku mencintainya karena Allah.” Malaikat pun berkata, “Sungguh utusan Allah yang diutus padamu memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya.

Keterangan:

"Saudara" itu bisa bermakna luas mencakup saudara se-Islam, tidak terbatas saudara dalam arti hakiki/saudara kandung saja.

Demikian dari kitab Mirqôtul mafâtîh syarh miskâtul mashôbih.

Dari Hadis ini, Imam Nawawi dalam kitab Syarh Shahih Muslim menyimpulkan terdapat keutamaan mengunjungi orang-orang sholeh dan kawan-kawan.

ﻭﻓﻴﻪ ﻓﻀﻴﻠﺔ ﺯﻳﺎﺭﺓ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﻭﺍﻷﺻﺤﺎﺏ .

Berkunjung apa hanya khusus ke yang hidup saja?

Dalam kitab al-Mausuah al-fiqhiyyah al-kuwaitiyyah, berkunjung di hari raya merupakan amaliyah yang mendapat legalitas dari syariat. Hal ini berdasar riwayat Sayyidatuna 'Aisyah berikut ini:

ﻓﻘﺪ ﺭﻭﻱ ﻋﻦ ﻋﺎﺋﺸﺔ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﺎ ﻗﺎﻟﺖ : ﺩﺧﻞ ﻋﻠﻲ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻋﻨﺪﻱ ﺟﺎﺭﻳﺘﺎﻥ ﺗﻐﻨﻴﺎﻥ ﺑﻐﻨﺎﺀ ﺑﻌﺎﺙ . ﻓﺎﺿﻄﺠﻊ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻔﺮﺍﺵ ﻭﺣﻮﻝ ﻭﺟﻬﻪ، ﻭﺩﺧﻞ ﺃﺑﻮ ﺑﻜﺮ ﻓﺎﻧﺘﻬﺮﻧﻲ، ﻭﻗﺎﻝ ﻣﺰﻣﺎﺭ ﺍﻟﺸﻴﻄﺎﻥ ﻋﻨﺪ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ؟ ﻓﺄﻗﺒﻞ ﻋﻠﻴﻪ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻓﻘﺎﻝ : ﺩﻋﻬﻤﺎ ﺯﺍﺩ ﻓﻲ ﺭﻭﺍﻳﺔ ﻫﺸﺎﻡ : ﻳﺎ ﺃﺑﺎ ﺑﻜﺮ ﺇﻥ ﻟﻜﻞ ﻗﻮﻡ ﻋﻴﺪﺍ، ﻭﻫﺬﺍ ﻋﻴﺪﻧﺎ

Dari ‘Aisyah rodliallohu ‘anha, dia berkata : "Rosululloh Shollallahu 'alaihi masuk menemuiku dan disisiku ada 2 perempuan kecil/budak yang sedang menyanyi dengan nyanyian bu’ats. Lalu beliau Shollallahu 'alaihi wasallam berbaring di tempat tidur dan memalingkan wajahnya. Dan datanglah Abu Bakar lalu dia menghardikku seraya mengatakan : “Seruling syaithon di sisi Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam", lalu Nabi Shollallahu 'alaihi wasallam menghadap ke Abu Bakar dengan mengatakan "biarkan keduanya”.

Dalam riwayat Hisyam ada tambahan redaksi: Rosululloh Shollallahu 'alaihi wasallam mengatakan: “Wahai Abu Bakar, setiap kaum itu memiliki hari raya dan ini adalah hari raya kita.”

(HR. Muttafaq 'alaih / Bukhari - Muslim)

Dalam Kitab Fathul Bari: Redaksi wa jaa-a abu bakrin (Dan datanglah Abu Bakar),

sementara dalam riwayat Hisyam bin 'Urwah dengan redaksi dakhola 'alayya abu bakrin (Abu Bakar mendatangiku) seakan-akan beliau mengunjungi Sayyidah 'Aisyah setelah Nabi shollallahu 'alaihi wasallam masuk ke rumah beliau.

Juga, masih dalam kitab Fathul Bari dan juga 'umdatul qori' yang dikutip al-mausu'ah: salah satu hikmah beliau shollallahu 'alaihi wasallam mengambil jalan yang berbeda tatkala berangkat dan pulang dari sholat 'Id adalah:

ﻟﻴﺰﻭﺭ ﺃﻗﺎﺭﺑﻪ ﻣﻦ ﺍﻷﺣﻴﺎﺀ ﻭﺍﻷﻣﻮﺍﺕ

Untuk mengunjungi/ziarah para kerabat beliau, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat.

Dengan demikian, Ziarah kubur berkaitan dengan hari raya memiliki landasan syar'i.

Wallahu a'lam

 

Written By : Dr. Yusuf Suharto

Posted By : Tm/Mp