Bukan sekedar menyatukan Visi-Misi, namun dibutuhkan adanya komitmen dan aksi
Bukan sekedar menyatukan Visi-Misi, namun dibutuhkan adanya komitmen dan aksi

Probolinggo (IslamNu) Istighosah rutin Pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Wonomerto kembali dihadiri Camat Wonomerto Taufik Alamy, S.Sos., M.M. (1/4/2018).

Untuk syi’ar agama dan merangkul lembaga pendidikan, MWCNU-MUI sepakat melaksanakan acara dimaksud di Yayasan Miftahul Ulum Nurul Hasan Tunggak Cerme Wonomerto yang diasuh M. Mushlih, M.PdI salah seorang Pengawas Pendidikan Agama Islam Kemenag.

Dalam giat rutin kali ini Ketua MWCNU HM. Hasan Sidiq menyampaikan terima kasih kepada semua pihak utamanya Kepada Bpk Camat Wonomerto bersedia hadir guna memberikan support dan dukungan dalam membangkitkan ghirah dan semangat juang membesarkan hati para pengurus tetap konsistem mempertahankan Visi, Misi Nahdlatul Ulama dan paham Ahlussunnah Wal Jamaah sesuai dengan AD/ART organisasi.

Camat Wonomerto Bpk Taufik Alamy, S.Sos., M.M dalam arahannya menyatakan; “Suatu organisasi akan tetap eksis jika keberadaannya diterima oleh semuanya. Dan jika organisasi tidak memberikan kenyamanan, ketenangan, kesatuan visi, misi dan aksi maka organisasi tersebut, sama halnya tidak ada.”

Ia melanjutkan, suatu Organisasi kemasyarakat ataupun organisasi keagamaan harus bisa memberikan manfaat kepada umat dan masyarakat yang tentunya harus didukung semua lini, tokoh masyarakatnya turut serta berkontribusi dalam memberikan pencerahan, serta mencarikan solusi untuk disalurkan kepada pemerintah. Di Wonomerto kita bersyukur semua lapisan bisa turut bergerak menuju kebangkitan sebagaimana sering kita kupas dalam berbagai pertemuan, seperti dalam wadah Fatayat-Muslimat NU, Persatuan Tim PKK, bahkan kita sentuh kalangan pendidikan melalui kunjungan kerja langsung maupun dalam format giat kepramukaan yang tujuannya satu dan satu tujuan bangkit dari keterpuruan, keterbelakangan dan ketidakberdayaan, jelas Taufik.

Kemudian acara menjadi hidup setelah dibuka forum tanya jawab membahas issu-issu terkini guna membentengi generasi muda dari penyalahgunaan narkoba, penyimpangan paham radikalisme serta mencarikan solusi keumatan yang mengarah pada pemberdayaan ekonomi. Ada beberapa pertanyaan yang disampaikan hingga solusi jalan keluar yang meringankan. Kalau bisa, melalui pertemuan seperti ini bisa menjadi gerakan sosial dan amal yang hasilnya kita sumbangkan kepada yang membutuhkan.

Pendekatan tokoh tetap diperlukan guna memunculkan ide-ide cemerlang masyarakat terdidik sebagai salah satu bentuk resource process values theory, hingga terwujudnya sinkronisasi program pemerintah dengan program ormas kemasyarakatan kedepannya.

Sebagai organisasi sosial keagamaan dan kemasyarakatan, Nahdlatul Ulama tidak hanya bergerak dalam giat rutin keagamaan, akan tetapi harus bisa menyentuh pengkaderan dan pemberdayaan sehingga manfaatnya akan dirasa oleh masyarakat. Kita berkomitmen bersama mengumpulkan kaum muda bergerak bersama untuk memberikan bimbingan penyuluhan kepada mereka agar menjauhi narkoba dan zat adiktif lainnya, karena itu akan merusak moral masyarakat dan merongrong runtuhnya akhlaq spiritual, karena generasi hakekatnya pemimpin pada masa mendatang. NU harus menggandeng organisasi-organisasi lain yang memiliki visi-misi sama, wujudkan dengan aksi bukan sekedar janji. (Mp).