Bulan Safar Bulan Sial? Ini Kata Gus Lahut
Bulan Safar Bulan Sial? Ini Kata Gus Lahut

nuprobolinggo.or.id -Diketahui bulan ini masuk pada Bulan Safar. Dimana, bulan Safar menurut sesepuh adalah bulannya manusia. Hal ini didasarkan dari pengambilan kata صفر/ صفراء yang berarti kuning.


Gus Bahrul Lahud, Ketua Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor Kabupaten Probolinggo menyampaikan dari makna kuning tersebut leluhur menggambarkan dalam Jennang atau Tajin Safar.


"Dimana manusia yang disimbolkan dengan warna kuning tak peduli latar belakangnya. Memiliki sisi putih yang dilambangkan dengan hati nurani. Bulatan (Plokkornya/ dalam bahasa Madura) melambangkan dari sisi manapun tetalah manusia, hamba dari Tuhan yang Maha Esa" Jelas Gus Lahut Sapaan Akrab Beliau.


Dari versi tersebutlah para sesepuh memaknai Bulan Safar sebagai bulan introspeksi diri setelah pergantian tahun yang menandakan semakin berkurangnya umur manusia.


Gus Lahut yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Bahjatul Ulum Sumbermuning Kecamatan Tegalsiwalan tersebut menyampaikan bahwa di Bulan Safar ini bukan bulan sial. Karena itu hanya mitos belaka.


Selain bulan Safar dikatakan bulan sial, bulan Safar juga disebut-sebut memiliki Rebo Wekasan atau Rabu yang terakhir. Dan itu hanyalah mitos.


"Karena saya pernah membaca di dalam kitab الفوائد المختار karangan Al Habib Zain Bin Ibrahim bin Smith. Bahwasanya yang diwaswasi Habib Abdullah Al Haddad adalah akhir hari Rabu dari setiap bulan berdasarkan ayat Al Qur'an.


{ إِنَّاۤ أَرۡسَلۡنَا عَلَیۡهِمۡ رِیحࣰا صَرۡصَرࣰا فِی یَوۡمِ نَحۡسࣲ مُّسۡتَمِرࣲّ }


Sesungguhnya Kami telah menghembuskan angin yang sangat kencang kepada mereka pada hari nahas yang terus menerus.


[Surat Al-Qamar: 19]

Dan setelah saya lihat di kitab tafsir jalalain, ternyata diketerangannya hari nahas atau dikenal dengan hari na'as beneran rabu terakhir.

﴿فِی یَوۡمِ نَحۡسࣲ﴾ شُؤْم ﴿مُّسۡتَمِرࣲّ ۝١٩﴾ دَائِم الشُّؤْم أَوْ قَوِيّه وَكَانَ يَوْم الْأَرْبِعَاء آخِر الشهر


Jadi, hari rabu wekasan sebenarnya bukan hanya pada bulan safar. Dan ulama' terdahulu mungkin sudah berulang kali menyimpulkan di rabu wekasan bulan safar, bala' yang Allah turunkan lebih banyak dari bulan lain. Tapi tak perlu khawatir, karena ini hanya hukum adat atau sebuah ketetapan yang disimpulkan berdasarkan kejadian yang berulang ulang. 


"Kita hendaknya berikhtiar saja dengan memperbanyak sedekah, karena sedekah bisa menghindarkan kita dari bala". Jelas Gus Lahut.


Selain beberapa mitos tentang Bulan Safar, ada beberapa peristiwa juga yang masyhur di Bulan Safar. Salah satunya adalah pernikahan nabi Muhammad dengan Sayyidah Khodijah dan pernikahan Sayyidina Ali dengan Sayyidah Fatimah.