nuprobolinggo.or.id -Majelis Ulama Indonesia atau MUI Jatim mengeluarkan fatwa perihal pembelajaran tatap muka di saat Pandemi Covid 19. Selama penularan tidak terkendali, MUI Jatim memberi fatwa agar proses pembelajaran dilakukan secara daring.
Alasannya, dampak negatif pembelajaran tatap muka lebih besar di saat laju penularan sangat cepat dan tidak terkendali. Sementara menjaga keberlangsungan hidup adalah hak asasi yang harus dilindungi dan diutamakan.
Hal itu tertuang dalam Fatwa MUI Jatim nomor 4 tahun 2021, yang ditetapkan 26 Juni 2021. Fatwa ditanda tangani Ketua Komisi Fatwa KH. Makruf Chozin dan sekretarisnya, KH. Sholihin Hasan.
Diketahui Ketua Umum MUI Jatim, KH. Moh Hasan Mutawakkil Allah, bersama sekretaris umum, Prof. Akh. Muzakki.
Bila penularan Covid 19 bisa dikendalikan dan stabil, pembelajaran tatap muka bisa dilakukan dengan dua ketentuan.
Pertama, sekolah yang ada di zona hijau atau kuning berdasarkan data Satgas Covid 19 dan benar-benar siap melaksanakan standar protokol kesehatan, serta semua perangkatnya telah divaksin, bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka.
Kedua, sekolah yang ada di zona orange, merah atau hitam dan sekolah yang tidak siap melaksanakan standar protokol kesehatan, serta belum semua perangkatnya divaksin, agar melaksanakan pendidikan secara daring.
Berkaitan dengan itu, MUI merekomendasikan agar pemerintah lebih bijaksana dan tegas dalam mengambil kebijakan penghentian penyebaran Covid 19. Khususnya terkait pusat keramaian.
Mendorong agar pemerintah lebih intensif mempercepat vaksinasi untuk semua lapisan. Kemudian meminta pemerintah untuk memberikan pelatihan bagi tenaga pendidik dalam meningkatkan skil dan inovasi pembelajaran daring.
Rekomendasi berikutnya, seluruh masyarakat harus berpartisipasi melakukan ikhtiar dengan selalu memperhatikan protokol kesehatan. Dan sebisa mungkin menghindari tempat-tempat yang berpotensi terjadi penularan.
Yang terakhir, MUI Jatim mengajak seluruh elemen khususnya tenaga pendidik dan peserta didik untuk senantiasa mendekatkan diri pada Allah dan mohon pertolongan agar Pandemi Covid 19 segera berakhir. (*)