Keterangan Gambar : https://www.elfagr.com
Tulisan kali ini akan membahas
tentang definisi ulama’ bedasarkan tafsir al-Qur’an. Ini sebagai urun usaha
menjelaskan definisi ulama mengingat kata ulama menjadi identitas dan
komoditas. Banyak ulama yang terbentuk dan disebut sebagai ulama karena memang
layak serta memenuhi syarat menjadi ulama’. Banyak pula orang yang mengaku
ulama dengan kapabilitas yang sangat minim untuk disebut ulama’. Ada pula
penyematan ulama kepada orang tertentu untuk menarik simpati dan mendulang
suara dalam kontestasi politik serta banyak lagi motif penyematan status ulama
baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.
Kata Ulama disebutkan dalam Al-Quran pada Surat Fathir ayat
28
إِنَّمَا يَخْشَى
ٱللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ ٱلْعُلَمَٰٓؤُا۟ ۗ
Artinya : Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama.
والمراد به العالم بعلوم
الطبيعة والحياة وأسرار الكون
Artinya
: Yang dimaksud dengan Alim adalah orang yang mengerti tentang ilmu-ilmu alam
dan kehidupan serta rahasia-rahasia alam semesta.
Ini
pendapat Syekh Wahbah Zuhaili sendiri. Kemudian beliau melanjutkan pembahasan
kata ‘Alim dengan mengutip pendapat ulama seperti berikut ini.
قال ابن عباس: العالم
بالرحمن: من لم يشرك به شيئا، وأحلّ حلاله، وحرّم حرامه، وحفظ وصيته، وأيقن أنه
ملاقيه، ومحاسب بعمله.
Artinya
: Ibn Abbas berkata : orang yang tahu Allah yang Maha Pengasih adalah orang
yang tidak menyekutukan Allah, memandang halal apa yang dihalalkan Allah
memandang haram apa yang diharamkan Allah, menjaga wasiat Allah SWT, yakin
bahwa akan berteme Allah SWT dan Allah SWT akan menghisab semua amal
perbuatannya.
وقال الحسن البصري: العالم:
من خشي الرحمن بالغيب، ورغب فيما رغّب الله فيه، وزهد فيما سخط الله فيه
Imam
Hasan Al Bashri berkata : orang Alim adalah orang yang takut kepada Allah SWT
yang Maha Pengasih. Senang dengan apa yang disenangi Allah, meninggalkan apa
yang dibenci Allah SWT
Dari
tiga penjelasan di atas kita bisa memahami bahwa ulama yang dalam bentuk
tunggalnya berupa kata ‘alim adalah orang--sekali lagi orang, bukan hewan
atau tumbuhan--yang berilmu dan dengan ilmunya tersebut dia takut kepada
Allah, melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya serta tidak
menyekutukan Allah SWT dengan apapun.
Dalam
penjelasannya Syekh Wahbah Zuhaili tidak menyebutkan bahwa orang Alim adalah
orang yang sangat faham tentang fiqih, hadits, tafsir, tajwid, Nahwu, Shorof
ataupun pintar pidato. Beliau menjelaskan kata ulama sebagai orang yang
mengerti ilmu-ilmu alam dan kehidupan serta rahasia-rahasia alam. Pendapat ini selaras
dengan pendapat Prof. Quraish Shihab ketika menjelaskan surat Fathir ayat 28
tersebut sebagaimana banyak kita temukan dalam buku-buku beliau seperti
Membumikan Al-Qur’an, Wawasan Al-Qur’an, dan Tafsir Al-Misbah. Prof. Quraish
Shihab mengungkapkan bahwa Ulama adalah orang yang memiliki ilmu yang
mengantarkannya takut kepada Allah SWT walaupun ilmu-ilmu alam, sosial dan lain
sebagainya.
Demikian penjelasan
tentang kata Ulama dari berbagai pendapat berdasarkan surat Fathir ayat 28.
والله أعلم بالصواب