Demi Memaksimalkan Gerak Roda Organisasi, IS-JATMAN Probolinggo Gelar Konferensi
Demi Memaksimalkan Gerak Roda Organisasi, IS-JATMAN Probolinggo Gelar Konferensi

Probolinggo (IslamNu) Bertempat di Pondok Pesantren Miftahul Arifin Desa Patokan, Kecamatan Bantaran, Kabupaten Probolinggo, Kamis, 21 April 2016, Idaroh Syu'biyyah Jam'iyyah Ahlit Thoriqoh Al-Mu'tabaroh "An-Nahdliyah" tingkat Kabupaten menggelar Konferensi (Musda) yang diikuti sekitar 60 orang.

Dalam sambutannya, Mudir Idaroh Syu’biyyah JATMAN Kabupaten Probolinggo KH. Saifullah Arif; mengucapkan Alhamdulillah atas limpahan rohmat dan nikmat sehingga kegiatan ini bisa dijalankan walau jauh dari sempurna.Selama kurun waktu empat tahun kita telah bersama menjalankan program, untuk saat ini kesehatan sudah menurut akibat sakit-sakitan, semoga Idarah Wustha berkenan memberikan restu untuk memperbarui kepengurusan dengan kiai-kiai muda sehingga perjalannya kedepan akan lebih mencerahkan positif bagi Idarah di Probolinggo.

Idarah Syu’biyyah ini, sebelumnya dipimpin KH. Mas Hasani sebagai Rais dan KH. Saifullah Arif sebagai Mudir serta beberapa kepengurusan lainnya. Kepengurusan yang sudah memasuki empat tahun ini kemudian melaksanakan komfrensi atau Musyawarah Daerah untuk membahas hal ihwal perkembangan sekaligus merefisi kepengurusan yang secara Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dipilih selama empat tahun sekali.

Pengurus Idarah Wustha menyampaikan bahwa Thariqah Mu’tabarah merupakan thariqah yang sanadnya tersambung hingga Rasulullah Saw. Dan thariqah merupakan ruh Nahdlatul Ulama. Ada sekitar 45 Thariqah mu’tabarah, seperti beberapa kiai yang hadir saat ini; ada Qodiriyah Naghsabandiyah, Sattariyah, Kholwatiyah, Tijaniyah, An-Nahdliyah, Alawiyah dan lainnya.

Silsilah beberapa Thariqah beliau jelaskan dengan sangat rinci. Menurutnya keberadaan Thariqah di Indonesia sangat mendukung bagi perjalan pemerintahan yang sejuk dan damai. Karena bagi Ahlith Thariqah ketenangan jiwa hal yang terutama dan hatilah yang menjadi tolok ukurnya. Pada prinsipnya Ulama tasawuf seperti langit akan menghujani siapa saja dan tidak pernah pilih kasih kepada siapapun.

Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah merupakan wadah bagi para pengamal ajaran Thoriqoh yang menjadi badan Otonom Jam’iyah Nahdlatul Ulama. Jam’iyyah Diniyyah ini berazaskan Islam Ala Ahlussunah wal Jama’ah dengan menganut salah satu dari madzhab 4 : Hanafi, Maliki, Syafi’i dan Hambali dalam bidang fiqih; menganut ajaran Al-Asy’ariyah dan Al-Maturidiyah dalam bidang aqidah dan menganut faham Al-Khusyairi, Hasan Al-Basri, Juned Al-Baghdadi dan Al-Ghazali dan sesamanya dalam bidang Tasawuf/Thoriqoh.

Dalam rapat formatur yang dipimpin KH. Abdul Wahid salah satu Pengurus Thariqah dari Provinsi Jawa Timur kemudian menyepakati bahwa Raisnya menunjuk KH. Muslim Abdul Qodir dengan Khatib Ky. A. Wafi Thabrani, S.Pd, dan Ky. Majid sebagai Mudir didampingi Mas Syeikh sebagai Sekretaris serta melengkapi kepengurusan lainnya.

Formatur Jam’iyyah Ahlith Thariqah An-Nahdiyyah ini memilih para kiai muda NU untuk bisa menggerakkan Thariqah pada porsi yang benar, sehat dan berkesinambungan. Dimana kepengurusan selalu memerlukan perombakan demi mencapai tujuan yang mapan dalam menjalankan misi organisasi agar mencapai tujuan.

Tujuannya membentuk muslim yang kaffah baik dhohir maupun batin dengan berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah dan berpegang dari salah satu Madzhab Empat, Mempergiat dan meningkatkan amal sholeh dhohir batin menurut ajaran Ulama’ Sholihin dengan Bai’ah Sholihah, mengadakan dan menyelenggarakan pengajian Khususi/Tawajjuhan (Majaalasatudzdzikri dan Nasril Ulumunnafi’ah.

Sementara Kapolsek Bantaran, AKP Sujianto; menjelaskan bahwa Indonesia saat ini krisis narkoba, krisis moral, krisis teladan. Kita berharap semoga Ulama-Umara bisa bersinergi dengan aparat kepolisian, di mana saat ini Polri sedang menggalakkan kegiatan Pembinaan dan Penyuluhan narkoba dalam rangka memberikan informasi dan pengetahuan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba bagi mereka, penyalahgunaan dan bahaya narkoba.

Dekadensi moral sudah di mana mana, kenakalan remaja dan prilaku anak-anak kita semakin jauh dari ajaran agama, karena itu sangat membutuhkan arahan dan pembinaan khusus dalam peningkatan moral mereka menuju generasi yang baik.

Pembinaan karakter anak-anak SMP-SMA untuk saat ini jauh lebih sulit dibandingkan generasi kita dahulu. Di sinilah kepedulian kita sangat dibutuhkan, setiap jumat polri masuk masjid-masjid untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat luas. Dan kepada Ulama yang hadir kami minta dukungannya untuk bersama-sama membangun generasi kita dengan cara kita masing-masing.

Adanya Idaroh Syu’biyyah Jam’iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu’tabarah yang saat ini menggelar musda / Konfrensi ini semoga pada gilirannya akan mampu mendinginkan suasana masyarakat menjadi adem ayem serta bisa mendidik generasi muda yang sehat dan agamis, tutupnya. (Mp).