Demi Menekan Angka Kematian Ibu, Fatayat NU Bermitra Dengan Dinas Kesehatan
Demi Menekan Angka Kematian Ibu, Fatayat NU Bermitra Dengan Dinas Kesehatan

Dringu (27/2) PC. Fatayat NU Kabupaten Probolinggo hari ini menggelar pertemuan rutin bersama PAC. Fatayat NU Kecamatan Dringu. Acara ini sekaligus sebagai bentuk Turba PC Fatayat ke masing-masing PAC sebagaimana sudah diagendakan sebelumnya. Hadir dalam acara tersebut Ketua PC Fatayat (Elysa Candra Maya), Ketua Forum Dakwah Fatayat (Sakinah), juga tampak Ning Faridah dan beberapa Ketua PAC Fatayat dari beberapa kecamatan, serta perwakilan sahabat PAC Ansor  Dringu.

Dalam pemaparannya Ning Lisa, Ketua PC Fatayat NU Probolinggo menjelaskan, bahwa ini merupakan pertemuan rutin yang sudah berjalan lama. Bahkan salah satu programnya setiap pertemuan selalu dibacakan Sholawat Nabi Saw yang diiringi dengan hadrah (rebana), dengan maksud dan tujuan untuk melestarikan budaya Islam Nusantara.

Yang tidak kalah pentingnya adalah kepekaan Fatayat NU dalam mengikuti perkembangan informasi bahwa kematian bayi dan ibu melahirkan dari tahun ke tahun terus meningkat. Ini kemudian menjadi perhatian khusus dan dimasukkan dalam salah satu program unggulan PC Fatayat NU Probolinggo. Pertemuan ini merupakan langkah awal koordinasi antar anggota fatayat sebagai upaya dan rencana melakukan sosialisasi menyeluruh dalam melakukan penekanan angka kematian ibu melahirkan di Kabupaten Probolinggo, Angka kematian ibu melahirkan sudah merupakan hal yang paling ditakuti dikalangan  masyarakat, oleh karena itu kedepan kita akan gencar melakukan sosialisasi hingga ke daerah-daerah kecamatan melalui pertemuan rutin seperti ini.

Saat ini Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Anak (AKA), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Harapan Hidup Waktu Lahir (AHH) ditetapkan sebagai indikator derajat kesehatan di masyarakat. Oleh karena itu, Pengurus Cabang Fatayat memasukkan hal ini ke dalam salah satu program Cabang dengan meningkatkan koordinasi dengan Dinas Kesehatan, demi  untuk menekan angka kematian ibu melahirkan. Harapannya program-program yang kami susun akan dilaksanakan di Puskesmas dengan target pencapaian derajat kesehatan tersebut bisa terwujud.

Dan untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan hingga ke tingkat desa, Fatayat akan perintahkan Pengurus Fatayat di Tingkat kecamatan untuk berkoordinasi dengan Puskesmas pada masing-masing kecamatan untuk menggerakkan Polindes atau Pustu dengan memanfaatkan bantuan Bidan desa serta meningkatkan kegiatan Posyandu bersama PKK dan Fatayat di tingkat ranting.

Kedepan aku Lisa, PC Fatayat NU akan bermitra dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo untuk melakukan kegiatan sosialisasi yang bertujuan untuk memperkenalkan kepada masyarakat khususnya kaum ibu pentingnya melakukan pemeriksaan kandungan (kehamilan), tips menjaga kehamilan, makanan untuk ibu hamil, hingga persiapan lainnya saat melahirkan untuk para ibu tersebut, hal ini untuk meningkatkan pengetahuan, terutama pada kaun wanita yang beru pertama kali hamil.

Sementara Ning Sakinah, Ketua Forum Dakwah Fatayat (Fordaf) menyampaikan bahwa PC Fatayat akan terus melakukan sosialisasi ini sebagai salah satu dakwah fatayat NU mengajak kaum ibu sadar menjaga kesehatan, memeriksaan kesehatan kandungandan bayi. Selain itu kita akan melakukan sosialisasi hingga ke tingkat ranting fatayat dan ranting area Posyandu, namun hingga saat ini masih dalam tahap koordinasi dengan perangkat desa setempat.

Kalau semuanya sudah fix, pada pertemuan berikutnya dan kita jadwalkan pada bulan maret ini akan menggandeng Dinas Kesehatan Probolinggo dan meminta Ibu Sutilah untuk memberikan sosialisasi tersebut di masing-masing kecamatan. Semoga rencana dan program kami PC dan PAC Fatayat se Probolinggo bisa berhasil bersamaan dengan maunah Allah, tutupnya. (Mp).