Gagas Pelatihan Pemulasaraan Jenazah, Takmir Masjid At-Taqwa Gending Hadirkan Tokoh Agama Setempat#Pengurusan Jenazah
Gagas Pelatihan Pemulasaraan Jenazah, Takmir Masjid At-Taqwa Gending Hadirkan Tokoh Agama Setempat

Kab. Probolinggo (IslamNusantara) Islam agama yang sangat memulyakan kedudukan manusia lebih tinggi dari makhluk lainnya, bukan hanya di saat masih hidup bahkan di akhir kematiannya, islam masih memberikan ruang untuk memulyakaannya. (20/5/2018).

Keindahan islam tidak hanya tergambar saat masih sama sama hidup bahkan persaudaraan tersebut masih terlihat harmonis ketika saudaranya sampai pada kematiannya. Seorang muslim diajarkan bagaimana ia memperlakukan saudaranya yang telah meninggalkan dunia fana ini melalui pemulasaran jenazahnya.

Karena, tidak ada satupun manusia kelak ketika meninggal dunia kemudian berangkat sendiri menuju liang kuburnya. Tentu saja hal ini menjadi kewajiban bagi orang yang masih hidup, terutama keluarga yang ditinggalkannya untuk mengurus sampai menguburkannya. Sayangnya, hal tersebut biasanya hanya dilakukan oleh orang-orang tertentu yang ditunjuk dan dipercaya oleh pihak keluarga jenazah. Padahal, yang lebih berhak melakukan pemulasaran jenazah ialah sang keluarga inti dari seorang muslim yang wafat. Hal ini disampaikan Mahin saat memberikan pelatihan perawatan jenazah tadi sore di kecamatan Gending.

Takmir Masjid Jami? At-Taqwa Kecamatan Gending melaksanakan kegiatan tersebut dengan melibatkan berbagai pihak termasuk Penyuluh agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kecamatan setempat, dengan mengangkat tema ?MUDAHNYA MERAWAT JENAZAH?. Selama ini banyak orang enggan belajar dan melakukan pengurusan jenazah karena merasa canggung (karena takut), bahkan sebagian merasa ini bagian ilmu yang sulit. Namun melalui pelatihan yang disertai praktek pemulasaraan jenazah ini merubah anggapan masyarakat tentang materi ini.

Mereka diajari bagaimana menyikapi kematian, tentunya melalui pelatihan seperti ini dimaksudkan agar tercipta SDM yang mampu menangani kebutuhan layanan jenazah masyarakat di lingkungan tersebut? terangnya. Diakhir sambutannya ia menyitir sebuah ayat yang artinya;??Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan.?(QS. Al ?Ankabuut : 57).

Sementara Ketua MUI Gending H. Mustofa berharap kegiatan serupa perlu diadakan dibeberapa desa agar materi ini dapat diserap dengan baik. (Mp).