nuprobolinggo.or.id -Guru yang tergabung dalam wadah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) diminta meneladai kiai dan ulama pesantren. Guru NU tak boleh jauh dan lepas dari ulama.
Pesan itu disampaikan Ketua PW Pergunu Jatim, Sururi, saat menghadiri Pelantikan dan Raker PC Pergunu Kabupaten Probolinggo Periode 2021-2026 bertema Pergunu Berdaya, Guru NU Berkarya, Sabtu (6/11/2021).
Pelantikan dan Raker digelar di Ponpes Salafiyah Miftahul Ulum An-Nur, Desa Kropak, Kecamatan Bantaran, kabupaten setempat.
"Guru harus meneladani kiai dan ulama pesantren. Tidak boleh jauh, tidak boleh lepas," pesannya.
Berkaitan dengan itu, ia juga berpesan agar ada kajian kitab kuning karya KH. Hasyim Asy'ari (pendiri Nahdlatul Ulama) di internal PC Pergunu Kabupaten Probolinggo.
Kitab yang dimaksud adalah Adabul Alim wal Mutaallim. "Jangan sampai tidak ada kajian kitab," kata Sururi.
Bila ada kebijakan pemerintah yang dianggap kurang tepat, Sururi meminta Pergunu menghindari demonstrasi yang dia anggap sebagai cara yang kurang etis.
"Cukup pimpinannya yang berkomunkasi dengan pengambil kebijakan," pesannya.
Yang tak kalah penting, Pergunu perlu melakukan pembinaan kepada para guru. "Akidah, amaliah, fikroh, harakah, semua harus aswaja," katanya.
Pelantikan dan raker PC Pergunu Kabupaten Probolinggo dihadiri PW Pergunu Jatim, Sururi; Katib PWNU Jatim, KH. Syafruddin Syarif; Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid; dan Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Akhmad Sruji Bahtiar.
Selain itu juga ada pimpinan badan otonom (banom) dan lembaga di bawah PCNU, majelis wakil cabang (MWC), dan guru anggota Pergunu. (*)