Kab. Probolinggo (IslamNu) Selama Malam, 24 Mei 2016, Pondok Pesantren Miftahul Ulum Pohsangit Ngisor Wonomerto melaksanakan kegiatan Tahtimussanah yang dikemas dalam “Haflatul Imtihan” yang dihadiri Anggota Komisi VIII DPR-RI, Drs. H. Hasan Aminuddin, M.Si, Protokoler Pemkab, Muspida, Muspika, Kepala KUA bersama Penyuluh Agama Islam, Ketua MWCNU, Tokoh agama, tokoh masyarakat, Kades se Kecamatan Wonomerto. (24/5).
Pengasuh PP. Miftahul Ulum, Ky. Abdullah Mu’thi menyambut gembira atas kehadiran Anggota DPR-RI dan semua undangan, terutama kepada habib Abdul Qadir Al-Kaff dan Habib Qushay untuk memberikan orasi Ilmiyah dan ceramah agama pada malam ini, jelasnya.
Bpk. H. Hasan Aminuddin, dalam orasi Ilmiyahnya menyampaikan beberapa hal penting dan mendasar. Serta mengajak semua orang tua, tokoh agama dan tokoh masyarakat untuk menyekolahkan putra-putrinya agar mereka kelak menjadi orang yang baik dan benar, mengerti agama dan luas dalam cakrawala keilmuan. Beliau juga menyatakan harapannya agar kalau bisa mereka bisa melanjutkan ke pondok pesantren.
Di mana di era mutakhir ini para generasi kita banyak yang sudah terjerumus ke jalan yang salah, dekadensi moral sudah sangat jelas. Anak-anak banyak yang terjerembab ke minuman terlarang, narkoba, dan asusila lainnya. Dan untuk menjawab semuanya pendidikan diniyah dan pondok pesantren dianggap solusi yang tepat untuk menopang ketimpangan moral dan sosial bagi kehidupan mendatang sekaligus pendidikan pesantren merupakan benteng generasi muda.
Selanjutnya ceramah agama disampaikan Habib Qushay bin Abdullah Assegaf. Beliau menjelaskan bahwa untuk mendapatkan anak turun yang baik (Sholih-Sholihah) harus memperhatikan 4 hal yang diajarkan oleh Rasulullah Saw. ketika seseorang mau memilih pasangan.
Anak yang baik membutuhkan pendidikan yang baik pula. Dunia pendidikan selain Pondok Pesantren, memberikan pendidikan hanya beberapa jam kepada siswa-siswinya. Selebihnya orang tua merekalah yang akan mencetak selanjutnya. Oleh karenanya, antara ilmu dan wadahnya sudah harus benar-benar siap berasal dari wadah yang baik.
“Beliau mencontohkan sekalipun susu, teh dan minuman berkelas lainnya namun jika tempatnya tidak baik atau tidak tercuci bersih, lalu siapa yang mau meminumnya sekalipun disuguhkan kepada kita dengan cara yang sopan.”
Begitu pula sebaliknya, tempatnya bagus dari mas, mutiara atau intan permata, namun isinya kotor apalagi kotoran, lalu siapa pula yang tidak enggan menolaknya.
Jadi ilmu merupakan hal terpenting dalam hidup, sama halnya anak merupakan amanah bagi orang tua. Di sinilah kewajiban kita bersama untuk membangun generasi mendatang agar lebih baik, terarah dan amanah karena dipundak merekalah harapan kita semua.
Sementara Habib Abdul Qadir Al-Kaff menyampaikan bahwa untuk menjaga ilmu dengan baik, kita perlu menjaga generasi mudanya. Karena kesimbungan ilmu akan mampu menopang keberlangsungan para ahli ilmu (Ulama).
Orang alim itu banyak, namun hendaknya kita bisa memilah dan memilih. Pengertian alim yang dimaksud Tafaqquh fiddin (pemahaman keagamaan yang benar-benar mampu dipedomani dalam kehidupannya.
Acara berakhir dengan pengarahan Kepala KUA Wonomerto, H. Wawan Ali Suhudi, yang sekaligus Ketua LWP PCNU Probolinggo. Beliau menyampaikan akan pentingnya pendidikan anak sejak dini, orang tua, tokoh agama, guru dan tokoh masyarakat diharapkan menopang program Pemerintah dalam upaya Pendewasaan Usia Nikah. Dan selanjutnya ditutup dengan doa bersama. (Ansori).