Halal Bihalal, GP Ansor Wonomerto Launching Wajah Baru MDS Rijalul Ansor
Halal Bihalal, GP Ansor Wonomerto Launching Wajah Baru MDS Rijalul Ansor

nuprobolinggo.or.id -WONOMERTO- Pimpinan Anak Cabang atau PAC GP Ansor Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, menggelar launching Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor dan Halal Bihalal, Jumat (26/5/2023) malam.

Acara dihadiri kader Ansor, Banser, dan MDS Rijalul Ansor se-Kecamatan Wonomerto. Juga Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, H. Misbahul Munir; serta Ketua MDS Rijalul Ansor Kabupaten Probolinggo, Gus Bahrul Lahut.

Kegiatan dimulai dengan halal bihalal. Ketua PAC GP Ansor Wonomerto Ahmad Tijani, menyampaikan permohonan maaf lahir batin mewakili seluruh kader Ansor Wonomerto.

Ia melaporkan kehadiran kader pada malam ini semua kompak hadir baik Ansor-Banser dan MDS RA.

Di majelis yang sama, Ketua MDS Rijalul Ansor Kecamatan Wonomerto, Badruttamam menjelaskan arti launching dalam acara malam itu.

Launching dilakukan karena terdapat wajah-wajah baru yang siap mengabdikan dirinya di Ansor. Utamanya di MDS Rijalul Ansor.

GP Ansor NU Masa Depan

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo, H. Misbahul Munir, mengajak kader Ansor Wonomerto untuk belajar dari bulan suci Ramadhan dari segi disiplin waktu.

Seperti datangnya waktu buka puasa. Pasti semua tepat waktu, bahkan beberapa menit sebelum buka puasa, sudah siap-siap dengan sendirinya.



"Agar disiplin waktu seperti hal demikian juga bisa diterapkan dalam kegiatan Ansor," ajaknya.

Munir juga menyatakan, Ansor merupakan masa depan Nahdlatul Ulama atau NU dan NU masa depan. Karenanya, Ansor menjadi tanggungjawab semua kader.

Sistem regenerasi di Ansor dari IPNU ke Ansor menurutnya sudah tepat proses kaderisasi seperti hal ini.

"Jangan segan-segan menabuh hadrah ini. Launching dalam bahasa madura berarti lonceng (jam tangan, Red). Artinya  tanpa kenal lelah waktu untuk terus berkhidmat," ujar Mas Munir.

Munir juga mengajak, agar setrum di Wonomerto harus diperbesar seperti kawasan Bromo Tengger yang disentuh langsung oleh Habib Syekh dan Habib Taufiq Assegaf.

Beliau mengajak pemuda-pemuda untuk masuk di Banser agar bisa mengawal para kyai. Dibuktikan dengan semangat pemuda di sana melaksanakan kegiatan Diklatsar yang sudah berjalan 2 kali.

Ia juga mengingatkan agar kader Ansor agar beruhusnudzon kepada sesama kader lain manakala terdapat kader yang tidak bisa hadir dalam kegiatan.

"Jaga Ukhuwah Ansoriah dengan harmoni, jangan bawa kedalam organisasi suasana yang dapat memecah belah karena perbedaan pandangan atau cara dan lain-lain," pintanya.

Sebagai Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo dan mewakili segenap pengurus, Munir menyampaikan permohonan maaf. Ia juga mengajak aktif dan mengharapkan kritik saran terhadap keberlangsungan Ansor Probolinggo masa khidmat 2022-2026.

Panggilan Muassis NU

Sementara itu, Ketua MDS Rijalul Ansor Kabupaten Probolinggo, Gus Bahrul Lahut mempertegas tujuan khidmat di NU.

Ia meminta agar jam karet di NU tidak perlu dibudidaya, karena tidak menghasilkan apa-apa. Ia mengajak kader benar-benar menjalankan amanah dengan baik.

"Sanggup dibai'at menjadi kader Ansor artinya kita kehilangan diri kita sendiri. Karena sejatinya kita sudah menyerahkan diri kita kepada Allah SWT," jelas Gus Bahrul Lahut.

"Yang mengundang kita semua bukan kader, tetapi para muassis lah yang menggerakkan kita untuk hadir dalam kegiatan ini," imbuhnya.

Agar tidak rugi, Gus Lahut mengajak semua yang hadir untuk mengkuti proses kaderisasi di semua tingkatan dengan penuh khidmat.

"Digunakan pada koridor jalan Allah," pesannya. (Ferry Zakin)