PROBOLINGGO- Dalam rangka memperingati Harlah IPNU IPPNU yang di kolaborasi kan dalam satu acara, Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdhotul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdhotul Ulama Kabupaten Probolinggo gelar Talk show dan seminar di aula PCNU setempat. Selasa (02/03)
Acara yang di hadiri oleh sekitar 60 orang dari IPNU dan IPPNU ini Alhamdulillah berjalan dengan lancar dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.
Sebelum acara seminar dan talkshow di mulai. Di awali dengan acara pembukaan, mulai dari pembacaan ayat suci Al Qur'an oleh rekan Yunus, serta menyanyikan lagu Indonesia raya, syubbanul Wathon dan mars IPNU IPPNU.
Syaiful Rizal selaku ketua PC IPNU IPPNU mengatakan dalam sambutannya "Saya sangat mengapresiasi kepada segenap panitia, karena sudah menyempatkan tenaga, waktu dan pikirannya dalam mensukseskan acara ini" terangnya.
Selain itu, ia juga mengapresiasi kepada segenap peserta rekan dan rekanita yang mana meskipun cuaca dalam keadaan hujan deras, mereka tetap bersemangat untuk tetap menghadiri acara harlah ini.
Ia juga mengucapkan selamat datang kepada H. Khusnu Milad selaku pemateri pertama hari ini, yang sudah menyempatkan waktunya untuk berbagi ilmu kepada rekan Rekanita. Karena beliau adalah tokoh sejarah IPNU di kabupaten Probolinggo yang sangat berjasa dalam pengabdian di NU.
Adapun pemateri yang kedua selain H. Moh. Khusnu Milad, M. Mt selaku Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya, ada juga Kholida Ulfi Mubaroka, S.Sos, M. Sosio selaku pengisi kiswah female TV 9.
Dengan mengangkat tema penguatan ideologi dan organisasi serta peran perempuan terhadap pembangunan perspektif gender, membuat peserta sangat antusias menghadiri acara tersebut. Karena meskipun hujan, aula tetap full dengan semua peserta.
H. Moh Khusnu Milad menyampaikan bahwa beliau menjadi pemateri ini sangat senang sekali. Karena selain bisa mengingat perjuangan beliau di IPNU, Baik dari tingkat cabang, wilayah hingga pusat. Beliau juga bisa membagikan ilmu dan pengalaman kepada rekan rekanita yang sedang berjuang di Nahdhotul ulama hingga saat ini.
Kemudian, Neng Ulfi sapaan akrab pemateri kedua juga banyak menyampaikan pemaparan tentang kesetaraan gender. Membuat semua peserta rekanita kembali bersemangat setelah mendengarkan mata demi kata yang di sampaikan nya.
"sebenarnya kesetaran gender sudah ada sejak dulu, tetapi tanpa disadari banyak perempuan yang memainkan peran ganda (double role). Perempuan menjalankan dua peran sekaligus, ibu rumah tangga dan wanita karir. Dengan kesibukan yang padat hal tersebut mempengaruhi emosi terhadap anak. Hal ini dikarenakan adanya peran ganda. Kejadian seperti ini yang selalu dirugikan adalah perempuan" Pungkas Neng Ulfi.