nuprobolinggo.or.id -WONOMERTO- Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Abdul Hamid menyatakan, kader NU bertanggung jawab terhadap kemajuan jam’iyyah. Maju atau tidaknya NU di Kabupaten Probolinggo, berada di tangan kader.
“Sebagai kader, kita bertanggung jawab terhadap kemajuan NU. Bagaimana sekiranya NU berkibar di Kabupaten Probolinggo,” katanya dalam Istigasan Kubro dan Temu Kader di Masjid Ar-Rahman, Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, kabupaten setempat.
Istigasah dan Temu Kader dilaksanakan dalam rangka memperingati Harlah ke-99 Nahdlatul Ulama menurut kalender Hijriyah. NU didirikan pada 16 Rajab, 1344 hijriyah.
Berdasarkan data Koordinator Bidang Pengkaderan, Pengembangan SDM dan Pembinaan MWCNU pada PCNU Kabupaten Probolinggo, sedikitnya terdapat 736 kader penggerak, yang tersebar di 11 majelis wakil cabang (MWC).
Meliputi MCNU Tongas dengan 117 kader, MWNU Sumberasih dengan 137 kader, MWCNU Wonomerto dengan 62 kader, MWCNU Bantaran dengan 118 kader, MWCNU Kuripan dengan 19 kader, MWCNU Sumber dengan 15 kader.
Kemudian MWCNU Sukapura dengan 20 kader, MWCNU Lumbang dengan 47 kader, MWNU Leces dengan 98 kader, MWCNU Tegalsiwalan dengan 47 kader, dan MWCNU Dringu dengan 56 kader.
“Mari isi kaleng-kaleng kotak infaq di rumah masing-masing,” ajaknya di hadapan ratusan kader yang hadir di acara Istigasah dan Temu Kader.

Dalam kesempatan itu, Kiai Hamid juga mengungkapkan rencana PCNU untuk mendirikan perguruan tinggi. Sebab selama ini, kader NU kesulitan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang tinggi.
Kondisi tersebut didapati terutama di wilayah barat Kabupaten Probolinggo. Dan sejauh ini, perguruan tinggi masih terkonsentrasi di wilayah timur.
“Kami sudah membentuk tim kecil dan menyusun dokumen yang dibutuhkan. Kami juga sudah sowan ke KH. Syafruddin Syarif (Katib PWNU Jatim, Red), dan beliau bangga,” ungkapnya.
Wakil Rois Syuriah PWNU Jatim, Prof. Dr. Ali Maschan Moesa yang hadir memberikan tausiyah, turut memberikan dukungan atas rencana tersebut.
“Saya mendukung dan mendoakan rencana pendirian PTNU. Semoga sukses,” kata pria yang juga Rektor Universitas Islam Kediri tersebut. (*)