Ketua PC. LWP NU Probolinggo : Puasa dan Pembentukan Individu Yang Berintegritas
Ketua PC. LWP NU Probolinggo : Puasa dan Pembentukan Individu Yang Berintegritas

Keterangan Gambar : Kajian Ramadlan

Kab. Probolinggo (IslamNu) Bertempat di Masjid Ar-Rohiem Kankemenag Kabupaten Probolinggo, Selasa, 21 Juni 2016 H. Wawan Ali Suhudi, Kepala KUA Wonomerto memberikan Kultum mengangkat tema : “Puasa dan Pembentukan Individu yang Berintegritas”.

Dalam kegiatan ini turut hadir Kepala Kankemenag, Bapak H. Busthami, Kasi Bimas Islam, H. A. Wafi, dan semua kasi-penyelenggara, Kepala KUA, Penyuluh Agama, Pengawas dan beberapa Aparatus lainnya. Diawali dengan kata sambutan Ketua Pokjaluh, Sdr Suharto meminta para aparatur untuk mendengarkan dengan seksama materi yang akan disampaikan siang ini oleh Wawan AS, salah seorang Kepala KUA yang didapuk oleh Pemerintah sebagai Petugas Haji tahun ini.

H. Wawan Ali Suhudi, pria yang juga menjadi Ketua PC Lembaga Wakaf dan Pertanahan NU (PC. LWP-NU) ini, menjelaskan bahwa Ramadhan merupakan bulan Allah Swt yang penuh dengan berkah. Di bulan ini kita diwajibkan untuk berpuasa, umat Islam menjadikan bulan Ramadhan sebagai momen penting untuk meningkatkan kualitas ibadah. Ramadhan hampir setiap tahunnya datang menyampaikan pesan tersirat kepada umat manusia untuk mengubah jalan hidup mereka menuju keberkahan penciptanya.

Kita akan selalu berkomitmen untuk menjadikan Ramadhan sebagai wahana bimbingan dan pendidikan personal, pendidikan mental dan karakter muslim, Jika umat Muslim yang mayoritas ini sudah bisa teratasi maka secara otomatis pendidikan mental dan  karakter bangsa akan mudah terbangun dengan baik.

Kita tata penguatan kepribadian, yang muaranya menjadi pribadi bertaqwa kepada Allah Swt. Manusia yang bertaqwa merupakan masyarakat yang taat dan beriman kepada Allah, mereka manusia yang menyadari akan hak dan tanggung jawabnya bagi kebaikan semesta.

Manusia yang memiliki kepribadian taqwa tidak memerlukan pencitraan diri, tidak mau menonjolkan diri karena baginya hanya Ridho Allah semata yang menjadi tujuannya,  seperti halnya orang-orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa, mereka tidak pernah menonjolkan kelebihannya ketika berpuasa.

Kita sebagai ASN Kemenag, melalui puasa hendaknya bisa membentuk sikap diri yang sabar dan memiliki daya juang tinggi dalam menghadapi segala persoalan hidup. Dengan puasa kita meyakini akan adanya ketaqwaan kepada Allah Swt. yang akan melahirkan kepribadian yang berintegritas, yang memiliki tanggungjawab secara pribadi dan sosial, tutupnya. (Mp).