Masyarakatkan Al-quran di Probolinggo, JQHNU Bersinergi dengan Pemerintah
Masyarakatkan Al-quran di Probolinggo, JQHNU Bersinergi dengan Pemerintah

nuprobolinggo.or.id -KRAKSAANPimpinan Cabang Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh (JQH) Kabupaten Probolinggo, Jatim, berkomitmen membumikan Al-quran di tengah masyarakat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, program jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjan, akan dirumuskan dalam musyawarah kerja (Muker), Maret nanti. Sinergi dengan pemerintah setempat akan dilakukan.

Hal itu disampaikan Ketua PC JQHNU Kabupaten Probolinggo, Mukarroman, saat silaturrahim dan audiensi dengan Plt Bupati Probolinggo, HA. Timbul Prihanjoko di Guest House Kraksaan, Rabu (9/2/2022) malam.

"Ini merupakan kegiatan audiensi sekaligus silaturahim. Selain itu kami juga berkeinginan agar Pemerintah Daerah memberikan dukungan terhadap program-program dari Jam'iyyatul Qurra Wal Huffazh Kabupaten Probolinggo,” kata Mukarroman.

Menurutnya, Musker akan digelar di kantor PCNU Kabupaten Probolinggo, Jl Lumajang, Desa Warujinggo, Kecamatan Leces.

"Melalui kegiatan ini harapan kami ada sinergi dengan Pemerintah Daerah serta menambah semangat teman-teman pengurus yang baru dilantik untuk melaksanakan program jangka pendek maupun jangka panjang hingga Al Qur’an bisa memasyarakat secara luas di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya.

Sementara Plt Bupati Probolinggo HA. Timbul Prihanjoko mengatakan saat ini kasus Covid-19 khususnya varian Omicron sedang mengalami peningkatan. Karena itu, butuh kerja sama dengan semua pihak untuk menekan penyebaran Covid-19, salah satunya dengan meningkatkan capaian vaksinasi.




“Saya menghimbau kepada masyarakat yang belum divaksin agar segera divaksin. Saat ini Kabupaten Probolinggo berada pada level 1 PPKM. Tetapi level daerah itu tergantung kepada Instruksi Menteri Dalam Negeri,” katanya.

Menurut Plt Bupati Timbul, sekarang Covid-19 varian Omicron sangat cepat penyebarannya. Oleh karena itu harus mempertahankan supaya yang terpapar Covid-19 tidak sampai masuk rumah sakit. Sebab jika masuk rumah sakit nilainya sangat tinggi.

“Omicron secara medis tidak terlalu berbahaya daripada Delta, tetapi penyebarannya ini yang sangat cepat. Ini butuh dukungan semua pihak untuk bersama-sama menekan penyebarannya melalui vaksinasi dan penerapan protokol kesehatan secara ketat, utamanya memakai masker,” jelasnya.

Timbul menegaskan varian Omicron terjadi di seluruh dunia dan bukan hanya di Indonesia saja. Hendaknya tokoh agama dan tokoh masyarakat bisa memberikan pengertian kepada masyarakat tentang pentingnya protokol kesehatan.

“Untuk kesiapan sebagai antisipasi kita sudah siap. Jika kekurangan oksigen, Kabupaten Probolinggo sudah mempunyai alat sendiri di RSUD Tongas untuk memproduksi sendiri oksigen. Sementara di RSUD Waluyo Jati ada oksigen liquid. Semoga semua itu tidak terpakai. Artinya, kasus Covid-19 di Kabupaten Probolinggo tidak terlalu tinggi. Kalaupun ada hanya bergejala ringan saja,” tegasnya.

Kepada para pengurus PC JQH Kabupaten Probolinggo dan MWCNU Pajarakan Plt Bupati Timbul meminta agar terus berkhidmat dengan didasari dengan keikhlasan dan niatan ibadah kepada Allah SWT.

“Jangan sampai pengurus itu keluar dari niatan awal pengabdian. Berkhidmat di organisasi ini harus dijadikan sebagai bekal akhirat. Jangan sampai mencari sesuatu di organisasi. Harus ada keikhlasan dan ketulusan dalam berorganisasi,” pungkasnya. (*)