nuprobolinggo.or.id - Wakil Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo, Ustadz Teguh Mahameru Zainul Hasan mengatakan, peran Lazisnu di lingkungan PCNU ibarat Kementerian Keuangan dalam pemerintahan.
Hal itu disampaikan usai acara Kopdar Program Kerja dan Evaluasi NU Care Lazisnu Kabupaten Probolinggo, Ahad (13/6/2021) di kantor PCNU setempat. Kopdar dihadiri Instruktur Nasional PKPNU yang juga pengurus NU Sragen, KH Sriyanto.
Perwakilan MWCNU dan Unit Pengelola Zakat dan Shodaqoh ( UPZIS) dari 11 kecamatan se-wilayah kerja PCNU Kabupaten Probolinggo, turut hadir dalam acara tersebut.
"PC Lazisnu Kabupaten Probolinggo itu perannya seperti Kementerian Keuangan dalam pemerintahan," ujar Ustadz Teguh.
Karena itu, Lazisnu harus terus berbenah. Di satu sisi agar kinerjanya optimal, dan juga di sisi lain transparan dan akuntabel.
"Kerja-kerja Lazisnu itu harus besinergi dengan lembaga dan banom lain di NU. Tidak boleh menggali dana sendiri dan ditasharrufkan sendiri," tambahnya.
Menurutnya, sinergitas kerja pelayanan yang baik akan menghilangkan ego sektoral di lingkungan NU.
Saat Kopdar, Sriyanto berbagi cerita sukses Lazisnu di Sragen. Apa yang disampaikan Sriyanto, diharap mampu memantik semangat segenap MWCNU untuk bangkit melakukan pelayanan terbaik terhadap warga nahdliyin di Kabupaten Probolinggo.
Saat ini dari 11 kecamatan yang masuk wilayah kerja PCNU Kabupaten Probolinggo, baru lima kecamatan yang telah dibentuk UPZIS. Yakni Kecamatan Tegalsiwalan, Leces, Tongas, Bantaran, dan Kecamatan Lumbang. Sedangkan kecamatan yang lain belum terbentuk.
Tantangan yang tak kalah berat adalah masih adanya egosektoral antar banom dan kesalah pahaman tentang peran Lazisnu. Maklum karena di Probolinggo, Lazisnu merupakan lembaga baru yang dibentuk pada periode ini. (*)