Pondok Pesantren Nurul Qadim Helat Silaturrahim AUTADA
Pondok Pesantren Nurul Qadim Helat Silaturrahim AUTADA

Hari ini, sabtu 13 agustus 2016 bertempat di Pondok Pesantren Nurul Qadim dihelat Silaturrahim dan Halaqah Alim Ulama Tapal Kuda.

Atas prakarsa KH. Muhammad Hasan Abdul Jalal, pengasuh PP. Nurul Qadim, disepakati berdirinya Aliansi Ulama Tapal Kuda dan sekaligus dibentuk dan dikukuhkan kepengurusan Koordinator Daerah di tingkat Kabupaten/Kota.

Aliansi yang diberi nama AUTADA ini diharapkan menjadi sarana pergerakan kuktural ulama pesantren di tapal kuda.

Menurut Ust. Supai, sekretaris Autada, diharapkan kepengurusan Autada menjadi lengkap dan menjangkau seluruh Jawa Timur. "Sekarang ini kita masih seperti adiknya AUMA (Aliansi Ulama Madura)." Terangnya.

Hadir dalam acara ini lebih dari seratus ulama dari Banyuwangi, Situbondo, Bondowoso, Jember, Lumajang, Probolinggo, Pasuruan, Malang dan sekitarnya. Turut hadir pula dalam acara ini, KH. Ali Karar dan beberapa pengurus AUMA.

Dalam Halaqah yang diselenggarakan pada kegiatan ini, hadir KH. Mahfudz Syaubani, MA., pengasuh PP. Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto, KH. M. Luthfi Bashori dari Singosari Malang dan KH. Idrus Romli dari Jember.

Kyai Mahfudz yang pengusaha kuliner ini mengingatkan para Kyai untuk mewaspadai perang asimetris yang dikobarkan elit global atas Indonesia. "Isu-isu seperti LGBT, kebangkitan komunis dan sebagainya adalah bagian dari perang ini. Mereka mau menguasai dunia dan melakukan upaya depopulasi." Paparnya.

Indonesia, menurut Kyai yang memiliki 4 orang istri ini, adalah salah satu target penting bagi mereka. "Karena negeri kita sangat kaya. Bahkan terkaya di dunia." jelasnya.

Kyai Mahfudz juga mengingatkan pentingnya membangun kemandirian di antara masyarakat Indonesia. Terutama generasi mudanya.

KH. M. Luthfi Bashori dalam pemaparannya menekankan kepada para Ulama AUTADA agar dapat meneladani Komite Hijaz. "Komite ini sangat cerdas. Ketika mereka mendekati Raja Ibn Saud di Arabia, mereka menggunakan para muqimin Madura di Makkah, agar suratnya sampai kepada sang raja." katanya.

Menurutnya, terobosan-terobosan cerdas harus bisa dilakukan oleh kalangan pesantren. (Tm).