Ketika anda membaca judul ?Mengawal Tradisi, Memacu Inovasi?, apa yang ada dalam benak anda? Tentu satu pembaca dengan pembaca yang lain memiliki beragam pemaknaan yang berbeda. Perbedaan itu bisa jadi tidak terhitung banyaknya. Kalau pembacanya adalah warga NU, maka sebanyak itu pula terjadi pemaknaan berbeda. Berapa banyak pembaca dari warga NU?. Menurut Sekjen PBNU yang disampaikan pada tahun 2016, bahwa jumlah warga NU berdasar pada kartu anggota NU (Kartanu) 'InsyaAllah ada 40 Juta...' (lihat: Regional.kompas.com., 07/04/2016).
Judul ?Mengawal Tradisi, Memacu Inovasi?, sudah tidak asing bagi warga NU ?yang baik?. Kalau kita melakukan pencarian di google dengan judul di atas, akan kita dapati judul yang mirip. Yaitu ?Merawat Tradisi, Mengawal Inovasi?, judul yang mirip tersebut ada dalam akun facebook ?Pendidikan Pesantren?yang dikeluarkan oleh www.ditpontren.kemenag.go.id, sebagai tagline dalam rangka memperingati Hari Amal Bakti Kemenag ke-73.
Kembali pada bahasan diatas, judul tersebut terispirasi dari ?al-Muhafadhotu ?ala Qadimi al-Shalih wa al-Akhdzu bi al-Jadid al-Ashlah?. Demikian yang disampaikan oleh Bapak Teguh Mahameru, M.Pd.I, pengurus PCNU Kabupaten Probolinggo, dalam diskusi luring serius tapi santai pada 21 Januari tahun 2021 yang dimulai sekitar pukul 21.21 Wib.
Tentu ada perbedaan pemaknaan antara ?merawat tradisi? dengan ?mengawal tradisi? dan atau antara ?mengawal inovasi? dengan ?memacu inovasi?. Apa saja perbedaan tersebut? mari kita diskusikan secara moderat melalui aneka media sosial!
Diskusi itu tetap diperlukan agar kita bisa menjadi generasi yang terus berpikir, sebagaimana teladan yang dicontohkan para funding father NU; KH. Hasyim Asy?ari, KH. Wahab Hasbullah, KH. Bisri Syansuri dan seterusnya.
Penulis yakin bahwa generasi muda NU saat ini dan mendatang, khususnya lima tahun kedepan ketika NU berusia 100 tahun atau satu abad nanti, benar-benar akan menjadi ?Pengawal Tradisi, Pemacu Inovasi? yang patut di contoh generasi berikutnya. Amin ya robbal ?alamin.
Terlebih, di usia NU ke-95 tahun 2021 ini semua warga diingatkan agar terus berkhidmah bagi NU dengan cara ?Menyebarkan Aswaja dan Meneguhkan Komitmen Kebangsaan?. Selamat Harlah NU ke-95 Masehi (31 Januari 2021) dan ke-98 Hijriyah (16 Rajab 1442 mendatang). (Dfn)