Keterangan Gambar : IslamNu.red
Kab. Probolinggo (IslamNu) Selasa malam rabu, 3 April 2016, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonomerto menggelar Harlah NU ke 93 dengan format “Istighosah dan Pengajian Umum” bekerjasama dengan Madrasah Diniyah Infarul Ghoy Desa Pohsangit Tengah – Wonomerto.
Acara yang cukup meriah ini dihadiri Pengurus MWCNU, Lembaga, Banom Kecamatan Wonomerto dan PRNU baik jajaran Syuriyah maupun tanfidziyah, hadir pula Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Hadi Saifullah, Katib Syuriah PCNU, KH. Syuhada’ Nasrullah, Muballigh Muda penggagas Majelis Taklim Wal Maulid Ulul Albab, Habib Qushay Bin Abdullah Assegaf. Ketiga beliau memberikan pencerahan pada malam harlah Nahdlatul Ulama yang digelar MWCNU Wonomerto kali ini.
Mengawali acara Rais Syuriah MWCNU, Ky. Abdullah yang didampigi Ketua Tanfidziyah MWCNU, KH. Muh. Hasan Sidik, Katib Syuriah PCNU, KH, Syuhada’ Nasrullah serta para pengurus yang lain membaca Istighosah bersama yang diikuti para undangan dan jama’ah yang hadir sekitar 30 orang.
Dalam kata sambutannya, Ketua Tanfidziyah MWCNU Wonomerto menyampaikan terima kasih kepada para undangan terutama kepada Jajaran PCNU, MWCNU, PRNU secara khusus pada pengurus ranting NU Pohsangit Tengah Ust. Umar yang memberikan fasilitas untuk terselenggaranya Harlah NU ke 93 yang digagas bersama dengan pengurus MWCNU Wonomerto.
“Hasan, Berharap acara harlah ini akan membangkitkan ghirah kita para penjuang NU untuk terus bangkit dalam khidmat kepada Nahdlatul Ulama, adanya madrasah diniyah tidak lepas dari adanya para pejuang NU sebelumnya.” Beliau juga sempat mengappresiasi peran dan perjuangan para pendahulunya seperti KH. Umar, KH. Abdul Malik Damanhuri, H. Syamsul Arifin, Ustad Badrus; mereka semua telah berjuang untuk menghidupkan islam ala ahlussunnah wal jama’ah, saya sebagai penerima tongkat estafet dari para pendahulu, bersama dengan para pengurus yang lain semoga mampu menjalankan amanah ini dengan baik.
Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, KH. Abdul Hadi Saifullah menyampaikan bahwa warga NU hendaknya jangan menjauh dan lari dari Ulama namun berupayalah untuk selalu dekat dengan para Ulama. Ulama sebagai pewaris para Nabi sebagaimana telah banyak pijakan hukum baik Al-Qur’an maupun Al-Hadis yang menjelaskannya.
Kepada jajaran MWNU, dan PRNU atas kiprahnya melaksanakan kegiatan harlah ini semoga Allah Swt. akan memberikan balasan yang lebih atas shodaqah yang diberikan di bulan rajab ini, simaklah ayat Qur’an “Kalian tidak akan memperoleh suatu kebaikan, sehingga kalian menafkahkan harta yang kelian cintai”. Semoga segala amal kita untuk acara ini akan diterima oleh Allah.
Nahdlatul Ulama menurut beliau sangat besar, NU yang besar secara kuantitas hendaknya dibarengi juga dengan besar dan hebatnya kualitas. Besar barokahnya bagi siapa yang mau berpegang berjuang menjalankan ajarannya yakni islam ala ahlissunnah wal jama’ah.
NU sebagai salah satu ormas islam keagamaan seharusnya juga bisa berperan aktif jangan pasif dalam menyikapi setiap perkembangan, di mana era saat ini merupakan era tantangan, banyak sekali tugas yang harus kita mainkan, mulai penanganan merosotnya moral para remaja, paham keagamaan dan aliran hingga penangan serta pencegahan narkoba perlu kita galakkan dengan memberikan penerangan melalui pengajian umum semacam ini, atau melalui pendidikan diniyah di masyarakat kepada para generasi muda kita.
Habib Qushay Bin Abdullah Assegaf memberikan ceramah sangat detail sekali akan pentingnya peran Nahdlatul Ulama di tengah kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Beliau menyampaikan pula bahwa Ulama adalah bagian terpenting dalam menegakkan amar ma’ruf nahyu anil munkar. Karenanya Habib Qushay menghimbau agar putra-putri warga nahdliyin di sekolahkan di pendidikan islam seperti madrasah diniyah dan pondok pesantren. Harapannya kelak mereka akan menjadi generasi yang bisa mengarahkan umat pada jalan yang benar, mampu menjadi pencerah dalam kehidupan, selamat dunia dan akhirat.
Sementara Katib Syuriyah PCNU, KH. Syuhada’ Nasrullah menyampaikan umat islam saat ini harus peka sosial, peka bermasayarakat sehingga akan terbangun kebersamaan yang bisa mewujudkan perdamaian. Selanjutnya beliau menutup dengan doa ; Ya Allah berkahi kami semua dengan datangnya Bulan Rajab dan Bulan Sya’ban dan sampaikanlah kepada kami hadirnya Bulan Ramadlan, Amin. (Ansori MP).