nuprobolinggo.or.id - Solidaritas terhadap warga terdampak banjir di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo terus berdatangan. Setelah PCNU kabupaten setempat, giliran Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK-NU) yang memberikan bantuan.
Sabtu (6/3/2021) siang, Pengurus Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKK-NU) Kabupaten Probolinggo sambangi korban bencana banjir di Desa/Kecamatan Dringu.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Lembaga non profit di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) ini sebagai bentuk kepedulian kepada warga masyarakat tertimpa bencana.
Pengurus LKKNU menyambangi warga setempat dengan menyerahkan santunan sembako dan kebutuhan balita. Bantuan diserahkan dari rumah ke rumah (door to door). Sebagian diserahkan kepada korban di pos pengungsian.
Pengurus LKKNU Farida Nurfa menyatakan, kepedulian pada sesama dalam hidup berbangsa dan bernegara sangat penting. Selain membangun kebersamaan juga memupuk rasa cinta dan empati pada sesama.
Hal senada disampaikan Muktar, pengurus lainnya. “Kegiatan ini juga untuk berbagi rasa kemanusiaan untuk mengurangi beban hidup korban terdampak banjir dan semoga musibah serupa tidak terulang kembali," kata Mukhtar.
Sebelumnya, Rabu (3/3/2021), PCNU Kabupaten Probolinggo menyerahkan 153 paket sembako kepada warga terdampak banjir di dua desa di Kecamatan Dringu. Yaitu Desa Dringu dan Desa Kedungdalem.
Esoknya, giliran Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBI) NU Kabupaten Probolinggo yang terjun ke lokasi bencana. Bersama personel gabungan Banser dan masyarakat, LPBI membersihkan endapan lumpur sisa banjir.
Dan kini, LKKNU yang terjun ke lokasi, memberikan bantuan untuk meringankan beban korban banjir.
Berita sebelumnya, hujan lebat yang mengguyur wilayah Probolinggo memicu terjadinya banjir di sejumlah daerah. Di Kecamatan Dringu, dua desa langganan banjir dalam dua malam berturut-turut. Yakni Sabtu (27/2/2021) dan Minggu (28/2/2021) malam.
Dua desa tersebut adalah Desa Dringu dan Desa Kedung Dalem, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Banjir terjadi karena luapan Sungai Kedung Dalem. Dan diperparah oleh ambrolnya tanggul sungai di sejumlah titik. (Ansori).